.

.
Bismillah ..., Kami Ingin Berbagi Faedah Ilmu Syar'i, MENEBAR SUNNAH & Merajut Ukhuwah di Atas Manhaj Salaf Dalam Meniti Al Haq

Shalat Memakai Pakaian Ketat & Tipis

Shalat Memakai Pakaian Ketat & Tipis


Shalat Memakai Pakaian Ketat & Tipis

Pertanyaan:
Apakah wanita boleh shalat dengan mengenakan celana panjang ketat (pantalon) dan bagaimana pula dengan lelaki? Apa pula hukumnya bila wanita mengenakan pakaian tipis di saat shalat namun tidak sampai menggambarkan auratnya? Berilah kami fatwa, jazakumullah khairan.

Jawab:
Pakaian yang sempit atau ketat, yang membentuk anggota tubuh, menampakkan bagian-bagian tubuh wanita dan lekukan-lekukannya, tidak boleh dikenakan. Lelaki pun tidak boleh memakai pakaian seperti itu, tetapi keharamannya bagi wanita lebih sangat, karena godaan yang diakibatkannya lebih besar.
Adapun tentang shalat, bila seseorang shalat dalam keadaan auratnya tertutup maka shalatnya sah, akan tetapi berdosa seseorang shalat dengan pakaian yang ketat, karena bisa jadi ada amalan shalat yang tidak dikerjakannya dengan semestinya disebabkan sempitnya pakaiannya. Ini satu sisi.
Ada sisi lain lagi sebagaimana yang telah kami sebutkan, yaitu pakaian yang ketat akan menggambarkan bentuk tubuh sehingga mengundang godaan, membuat pandangan mata tertuju/menoleh kepada si pemakai, terlebih lagi apabila dia seorang wanita. Maka dari itu, wanita wajib mengenakan pakaian yang longgar, luas lapang, yang dapat menutupi tubuhnya dan tidak membentuk tubuhnya sedikit pun, dan pandangan mata yang terfitnah tidak tertuju kepadanya[5]. Pakaiannya tidak boleh tipis atau transparan, tetapi harus pakaian yang dapat menutupi tubuhnya dengan sempurna, tidak terlihat sama sekali. Tidak boleh pula pakaian keluarnya itu pendek menampakkan betisnya, atau lengan bawahnya ataupun telapak tangannya. Tidak boleh pula dia membuka wajahnya, tapi harus menutupi seluruh tubuhnya.
Sekali lagi, pakaiannya tidak boleh tipis hingga tampak tubuh di baliknya atau warna kulitnya karena pakaian yang demikian tidak teranggap menutupi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengabarkan dalam hadits yang sahih,
صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَمْ أَرَهُمَا: رِجَالٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهِ النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كاَسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ لاَ يَجِدْنَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
“Ada dua golongan dari umatku yang belum pernah aku lihat, yaitu para lelaki yang membawa cemeti seperti ekor-ekor sapi yang dengan itu mereka memukul manusia. Dan para wanita yang berpakaian (kasiyat) tetapi telanjang, mereka miring dan memiringkan orang lain. Mereka tidak akan mendapati wanginya surga.” (HR. Muslim.)
Atau sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Makna kasiyat dalam hadits adalah para wanita itu mengenakan pakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang. Sebab, pakaian mereka tidak menutupi aurat, hanya sekadar pakaian bermodel saja tidak menutupi tubuh yang ada di baliknya, entah karena tipis atau pendek, tidak lebar sehingga tidak cukup untuk menutupi tubuh. Para muslimah wajib memerhatikan hal ini. (1/349—350)
http://asysyariah.com/fatwa-seputar-shalatnya-wanita-1/
BELAJAR MANHAJ SALAF (channel & whatsapp BMS)
Situs kami :